Masa KKN ku

Malam ini seperti biasa aku tak dapat tidur, ntah apa sebabnya. Padahal kegiatan membuat aku lelah tapi mata ini tak kunjung terpejam. Mungkin aku kepikiran dengan masalah yang ada di KKN. Aku memulai KKN ku di semester 8. Padahal normalnya KKN itu di semester 6 mau naik ke semester 7. Tapi tidak apa-apa mungkin ini sudah pilihan yang aku ambil dan aku harus menerima semua resiko yang  telah aku lakukan di semester yang lalu-lalu. Dan disinilah aku merasa bahwa aku semakin mempunyai tanggung jawab yang besar pada kuliah ku sekarang.

Dimulai dari pembekalan KKN aku sudah mulai berkenalan dengan satu tim kelompok ku. disitu aku merasa tidak senang penuh dengan rasa canggung dan aku berfikir mungkin karna awal perkenalan makanya kita masih canggung. Selesai pembekalan kami pun melanjutkan obrolan kami agar lebih akrab. dan disaat obrolan itu pun diputuskan pembagian ketua, sekretaris, dan bendahara sisanya siap membantu pekerjaan yang sekiranya membutuhkan bantuan. Kami satu kelompok terdari sembilan orang. Saya sendiri sebagai anggota (Ani), ada Ayu juga sebagai anggota, Mz Megy, Mz Munazar, Miftah, itsna, mz fikri sebagai ketua, mz firman sebagai sekretaris dan tara sebagai bendahara.

Awalnya semua berjalan lancar tapi pada suatu saat ada kejadian dimana omongan salah satu anggota sangatlah tidak mengenakkan untuk di dengar. tapi aku mencoba tidak memasukkan kata-katanya ke dalam hati. Tapi makin lama omongannya sangatlah tidak pantas untuk di ucapkan, saya berfikir apakah yang dia katakan itu tidak di pikir terlebih dahulu?? apakah omongan yang dia ucapkan bisa menyakiti yang lain atau tidak?? Ntah lah saya bingung kok bisa ada orang yang seati dengan perti itu. dan membawa RAS segala untuk menutupi kesalahannya. Saya juga orang sumatra tapi saya tau bagaimana cara berbicara agar orang lain tidak akan merasa sakit hati dengan apa yang kita ucapkan.

Benar apa yang dikatakan dosen pembimbing lapangan bahwa menyatukan satu pemikiran dari orang sembilan itu susah. tapi saat itu saya masih tetap tidak mau ambil pusing. Sampai akhirnya diadakanlah rapat evaluasi bagaimana beberapa hari kita melaksankan KKN. Semua di wajibkan memberikan komentar dan akhirnya salah satu anggota berkata bahwa ucapan salah satu anggota tadi tidaklah enak untuk didengar. Bagaiman mungkin satu tim menyakiti tim nya sendiri. Dan dia menjawab “saya memang begitu orangnya suka ngomong keras” dan saya itu bukanlah suatu jawaban yang tepat. terus kalau kamu ngomaong keras saya harus bagaimana, mengerti setiap ucapan kamu..?? Satu tim harusnya mengerti bagaimana watak anggota yang lainnya bukan malah anggota yang lain mengertiin anda. seharusnya kita juga harus tau mana orang yang bisa di ajak bicara kasar atau bercanda dan mana yang tidak, agar tidak ada kesalah pahaman. dan temen nya membela… yahh karna temennya makanya di bela. yo aku mikir ra popo.

Dan saat itu semua masalah selesai tidak ada masalah lagi walaupun saya tau bahwa masih ada masalah yang disembunyikan, termasuk saya menyembunyikan satu hal bahwa saya tidak suka dengan sifat mereka. tapi ya sudahlah saya berharap tidak akan ada masalah lagi. Lebaran pun tiba akhirnya kami libur KKN. Dan pada saatnya tiba kami kembali lagi ke posko untuk melanjutkan sisa KKN kami. Dan saat ini lah puncak kemarahan saya. Apakah ini yang dinamakan tim saat anggota lain membutuhkan banruan mereka malah menutup mata seakan-akan tidak merasa berdosa. Kadang aku berfikir apa salahku, apa yang harus aku lakukan biar mereka mau membantu aku. Padahal di setiap mereka membutuhkan aku, aku bisa ada buat mereka walaupun saya tidak memberkan banyak. Aku tidak minta mereka membalas atas apa yang telah aku lakukan tapi setidaknya adalah kesadaran sebagai satu TIM. Apakah ini yang dinamakan TIM???? Iya tetap satu TIM, tapi satu TIM yang gagal. saya merasa kecawa dari tujuh orang tidak satupun yang perduli dengan kesusahan saya. Kalau saya bisa sendiri saya tidak akan merepotkan kalian. Dan saya juga berfikir kita satu tim tidak ada salahnya kan untuk meminta tolong. ceritanya saat itu saya akan mengadakan program kerja pengetika 10 jari untuk anak. saya sudah info ke anak-anak di bbm. saya bilang “teman-teman saya minta bantuan untuk membaca laptop, karna saya hari ini mau mengadakan proker pengetikan 10 jari. terimakasih atas partisipasinya. jangan lupa ya. :-D…

pada hari itu ada dua proker yaitu kerajinan tangan dan pengetikan 10 jari. sampai menjadi lelucon mereka. pengetikan 10 jari = pijet. sampai saya berfikir “kok pijet maksudnya??? mereka pun menjawab ” lah iya pengetikan 10 jari = pijet.” sampai ada apa ya namaya gambar kucing lagi di pijit. saya berfikir ya sudahlah tidak apa-apa.  sampai akhirnya saya tiba di posko. saya tanya satu persatu apakah mereka membawa laptop dan satu pun tidak ada. saat itu juga sungguh sakit sakit yang sangat aku rasakan. sampai aku nangis mikir kenapa mereka seperti itu… masih banyak hal lagi dan sampai saat ini terjadi…

aku berharap semua ini menjadi pembelajaran buat aku kedepannya. memanglah susah mengerti orang lain. dan say berharap juga saya bisa menjadi manusia yang lebih baik dengan adanya ini. dan seoga kalian tidak mengalami apa yang aku alami.. buat kamu yang sok itu semoga bisa menjadi orang yang  bisa menghargai orang lain jangan hanya menilai seseorang dari casingnya doang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: